Buntut Pernyataan ‘Soeharto Guru Korupsi’, Ahmad Basarah Dilaporkan ke Polisi

Nasional

NOTULA – Akhirnya, pernyataan Wakil Sekjen PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, yang menyebut Soeharto sebagai guru korupsi berbuntut. Wakil ketua MPR itu akan dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang warga bernama Rizka Prihardy.

Rizka kini tengah dalam perjalanan menuju Mapolda Metro Jaya. Dia ditemani sekelompok advokat yang bernaung dalam forum Peacer.

“Ya, jadi (lapor). Kita sedang menuju Polda Metro dari Kalibata,” kata Rizka, saat dikonfirmasi rmol.co, Senin (3/12) malam.

Dia melaporkan Ahmad Basarah karena dinilai telah melakukan pencemaran nama baik terhadap presiden kedua RI itu. “Kita laporkan, karena sudah masuk dugaan tindak pidana Pasal 156 KUHP,” bebernya.

Basarah menyebut Soeharto sebagai guru korupsi di negeri ini. Penyebutan itu dilontarkan saat dia menanggapi pernyataan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, yang mengatakan bahwa korupsi di Indonesia sudah stadium empat.

“Jadi guru dari korupsi Indonesia, sesuai Tap MPR Nomor XI Tahun 1998 itu mantan Presiden Soeharto. Dan dia adalah mantan mertuanya Pak Prabowo,” tutur Basarah di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/11).