Buntut ‘Kebohongan Award’, ACTA Laporkan Grace Natralie cs ke Polisi

Nasional

NOTULA – Komunitas Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) resmi melaporkan sejumlah pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), terkait dugaan penyebaran fitnah, ujaran kebencian dan provokasi lewat ajang ‘Kebohongan Award’.

Menurut Koordinator Tim Pelapor ACTA, Djamaluddin Koedoeboen, kebebasan berekspresi yang dilakukan PSI sudah melampaui batas.

“Pada pesta demokrasi ini, kebebasan berekspresi, membuat berita bohong dan ujaran kebencian untuk black campaign, sangat membahayakan,” kata Djamal, di Bareskrim, Jakarta, Minggu (6/1) malam.

Sejumlah nama dilaporkan, antara lain Ketum PSI Grace Natalie, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, dan sejumlah pengurus DPP PSI, seperti Tsamara Amany dan Dara Adinda Kesuma Nasution.

“Mereka seolah-olah memberikan award yang diduga untuk menghina Pak Prabowo, Pak Sandiaga dan Pak Andi Arief,” katanya, seperti dikutip dari rmol.co.

Award itu, sambung Djamal, sarat dengan fitnah, provokatif dan ujaran kebencian yang bisa menimbulkan keonaran di masyarakat.

Djamaluddin juga menyatakan, Hendarsam Marantoko selaku pelapor merasa para pendukung Prabowo-Sandi turut menjadi korban dari perlakuan itu.

“Saudara Hendarsam Marantoko membuat laporan kepolisian, agar pihak kepolisian dapat menangkap pelakunya serta dalang yang ada di baliknya,” tegas Djamal.