NOTULA – Tindakan aparat kepolisian pada penanganan aksi 21-22 Mei mendapat respon. Sekelompok orang mendatangi Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jumat (24/5), melaporkan dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan polisi.

Rombongan pelapor dipimpin Ketua Forum Umat Islam (FUI), Al Khaththath, diterima langsung oleh Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik.

Pada kesempatan itu Al Khaththath menjelaskan, mereka datang untuk mengadu sekaligus menyampaikan fakta-fakta dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan polisi dalam menangani aksi penolakan hasil penghitungan suara KPU.

“Kami menyampaikan adanya tindakan yang kami anggap sebagai pelanggaran HAM dalam hal pengamanan penyampaian pendapat, dan tindakan aparat keamanan yang berlebihan. Banyak korban yang jatuh, 13 meninggal dan ratusan orang hilang,” katanya, di Komnas HAM, Jumat (24/5).

Menurut mereka, personel Brimob diduga telah melampaui batas penjagaan. Sebab, Brimob terindikasi melakukan operasi-operasi penyisiran terhadap kantung-kantung massa yang berada di masjid atau mushala saat aksi damai.

“Dan kami melihat satu kompi Brimob berlalu lalang di jalan. Dan masjid-masjid yang menjadi tempat peristirahatan disisir, dan pengurusnya ditangkap,” pungkasnya, seperti dikutip dari rmol.co.

Selain Al Khaththath, hadir dalam rombongan, antara lain Mursalim (Koppassandi), Chanda (Sekjen Hidayatullah), Taufik Hidayat (Wasekum Dewan Dawah), Namruddin (GMJ), dan para pengacara muslim serta eksponen aksi 21 dan 22 Mei 2019.