Bungkamnya Juliari Menyiratkan Lindungi Pihak Lain, Harus Dihukum Berat

Nasional

NOTULA – Hukuman berat pantas dijeratkan kepada mantan Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara, karena sikapnya yang bungkam terkait korupsi Bansos, menyiratkan dia tengah melindungi pihak lain yang diduga terlibat.

Maka, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan menjerat hukuman paling berat untuk Juliari Peter Batubara (JPB). Demikian ditegaskan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menanggapi bungkamnya Juliari.

Seperti diketahui, sejak menyerahkan diri beberapa waktu lalu, Juliari hanya sekali diperiksa penyidik KPK, karena dia memilih bungkam. Menurut Dedi, bungkamnya Juliari menyiratkan bahwa Juliari sedang melindungi pihak lain.

“Bisa saja diamnya Juliari cukup menyiratkan pesan sedang melindungi pihak lain, termasuk asumsi keterlibatan para elite,” jelas Dedi, seperti dikutip dari RMOL.id, Minggu (24/1/21). Sebab itu Dedi berharap KPK menjerat Juliari dengan hukuman lebih berat.

“Seharusnya KPK juga tidak tunduk pada bungkamnya Juliari, dan jika ada upaya menghalangi kerja KPK, maka Juliari perlu diancam hukuman yang jauh lebih berat,” pungkas Dedi.

Seperti pernah diberitakan, Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto, mengungkapkan alasan penyidik yang hanya baru sekali memeriksa Juliari, karena Juliari dianggap tidak mau membuka dan membeberkan perkara yang menjeratnya.

Penyidik pun diketahui baru sekali memeriksa Juliari selama proses penyidikan ini, yakni pada Rabu, 23 Desember 2020.

Pemeriksaan perdana itu pun baru dilakukan lebih dari dua minggu lamanya, setelah Juliari ditetapkan sebagai tersangka, pada Minggu, 6 Desember 2020.