Buku Syahganda Nainggolan Jadi Koleksi Library of Congress di Washington DC

Nasional

NOTULA – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) patut berbangga, karena buku karya salah satu inisiatornya, Syahganda Nainggolan, menjadi koleksi perpustakaan terbesar di dunia, Library of Congress, di Washington DC, Amerika Serikat.

Menurut Presidium KAMI, Gatot Nurmantyo, buku itu merupakan kumpulan pemikiran kritis Syahganda Nainggolan yang ditulisnya beberapa tahun belakangan.

Pemikiran Syahganda Nainggolan pada buku itu juga sudah dimuat dalam artikel di Kantor Berita Politik RMOL sejak tahun 2013.

Masih menurut Gatot, buku itu disunting Abdurrahman Syebubakar, Suhardi Suryadi dan Bunda Haikal, yang diterbitkan oleh Independent Society pada November 2020 lalu.

“Pada 27 November 2020, buku itu dilaunching KAMI dan dibahas oleh Habib Rizieq Shihab, Rocky Gerung, Hariman Siregar, Din Syamsuddin dan saya sendiri,” jelas Gatot dalam keterangannya, Senin (4/1/21).

Pada sesi pembahasan saat launching, lanjutnya, Habib Rizieq Shihab mengkritisi pikiran Syahganda yang sangat revolusioner memikirkan keadilan sosial. Namun mempunyai kekurangan dari sisi pendekatan Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Saya sendiri sangat mengapresiasi pikiran Syahganda yang tajam berbasis logika dan teori-teori yang kokoh,” ujarnya, seperti dikutip dari RMOL.id.

Gatot juga menambahkan, pada 21 Desember 2020, Library of Congress Amerika, melalui Direktur Southeast Asia, Carol I. Mitchell, telah menyurati KAMI untuk meminta buku itu.

Mereka minta dikirimi untuk dijadikan salah satu koleksi Library of Congress dan beberapa perguruan tinggi di Amerika.

“Tentu, atas apresiasi ini, KAMI merasa terharu dan bangga, atas diterimanya kumpulan pikiran politik Sekretaris Komite Eksekutif KAMI di institusi bergengsi kelas dunia itu,” ungkapnya.

“Saudara Syahganda Nainggolan saat ini berada di penjara karena berbeda pandangan dengan pemerintah, namun pengkoleksian bukunya ini jelas kebanggaan bagi KAMI,” pungkas Gatot.