Bukan Produk Jurnalistik, Polri Mulai Pelajari Kasus Tabloid ‘Indonesia Barokah’

Nasional

NOTULA – Seusai Dewan Pers mengeluarkan hasil kajian yang menyatakan bahwa tabloid ‘Indonesia Barokah’ bukan produk jurnalistik, pihak yang merasa keberatan pun dipersilakan menggunakan perundangan lain di luar UU Pers.

Menindaklanjuti keputusan Dewan Pers itu, Polri akan lebih dulu mengkaji, sebelum memulai langkah penyelidikan terhadap laporan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

“Bareskrim dan tim sedang mempelajari dan menganalisa bukti-bukti yang sudah dilaporkan tim advokasi BPN,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (30/1).

Setelah itu, sambung Dedi, dilakukan panggilan dalam rangka klarifikasi terkait informasi pendistribusian tabloid Indonesia Barokah ke beberapa masjid yang ada di beberapa wilayah di Indonesia.

Polri akan mendalami awal pengirimannya. “Ini akan didalami dan dianalisa,” pungkas Dedi, seperti dikutip dari rmol.co.