BPJS Naik – BBM Tak Turun, Ubedilah: Ini Rezim Kejam Berkedok Pro Rakyat

Nasional

NOTULA – Rezim Joko Widodo dipandang sebagai pemerintah yang benar-benar kejam, karena mencekik rakyatnya bertubi-tubi di tengah krisis ekonomi saat pandemik Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, yang mengaku heran karena tak kunjung harga BBM diturunkan, justru iuran BPJS Kesehatan dinaikkan.

Menurut dia, tidak diturunkannya harga BBM oleh pemerintahan Jokowi menunjukkan bahwa pemerintah memang tidak berpihak kepada rakyat.

“Fakta bahwa harga BBM di Indonesia tidak turun di tengah harga minyak mentah dunia yang anjlok hingga level 29,19 dolar AS per barel, menunjukan bahwa pemerintah memang benar-benar tidak berpihak kepada rakyat,” papar Ubedilah, seperti dikutip dari rmol.id, Minggu (17/5/20).

Padahal, sambung dia, pemerintah sering kali cepat menaikkan harga BBM dengan menggunakan alasan bahwa harga minyak dunia naik. Tapi tak segera dilakukan jika harga minyak dunia turun.

“Artinya, tidak ada keadilan kebijakan untuk rakyat,” tegas Ubedilah.

“Kalau alasan pemerintah tidak menurunkan harga BBM karena daya konsumsi BBM sedang turun karena kebijakan PSBB melarang orang bepergian, maka alasan itu tidak bisa dibenarkan lagi, karena Jokowi kembali melonggarkan orang untuk bepergian. Jadi penggunaan BBM sudah naik lagi,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (Cespels) ini juga menyinggung Jokowi yang malah menaikkan iuran BPJS Kesehatan.

“Ketidakadilan kebijakan juga terlihat dengan dinaikannya iuran BPJS (Kesehatan). Ini tentu makin mencekik ekonomi rakyat. Semakin memberatkan rakyat bawah, apalagi di tengah PHK yang terus terjadi, di tengah pengangguran yang terus bertambah,” rincinya.

Ubedilah berkesimpulan, rezim Jokowi benar-benar kejam. Apalagi berkedok citra pro rakyat jelata, dengan menggembor-gemborkan telah memberikan bantuan kepada rakyat di tengah pandemik Covid-19.

“Rakyat banyak menganggur, disuruh beraktivitas membersamai corona, bantuan sosial belum semua mereka dapatkan, harga BBM tidak turun. Ini kekejaman berkedok citra pro rakyat jelata,” pungkasnya.