Bintang Tiga Pernah Jabat Kapolda di Jawa, Siapa Paling Berpeluang Jadi Kapolri?

Nasional

NOTULA – Calon Kapolri harus jenderal bintang tiga, tidak bermasalah, kapabel, mumpuni, dan profesional modern dan terpercaya (promoter). Demikian syarat utama yang dikemukakan Indonesia Police Watch (IPW).

Selanjutnya, calon itu pernah menjadi Kapolda di daerah Jawa atau di daerah rawan, agar insting dalam mengantisipasi Kamtibmas mumpuni, dan keamanan Indonesia tetap prima.

“Jadi, ada beberapa syarat utama yang harus diperhatikan Presiden Jokowi dalam memilih calon Kapolri pengganti Idham Azis. Pertama pernah menjadi Kapolda di Jawa,” tutur Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada wartawan, Sabtu (21/11/20).

Kedua, kata Neta, calon Kapolri harus paham manajemen dan organisasi Polri secara utuh. Sebab, persoalan besar Polri saat ini adalah penumpukan personel di jajaran tengah dan atas, mulai AKBP, Kombes hingga jenderal yang dan tidak jelas kerjanya.

“Penumpukan ini yang membuat anggaran Polri habis tersedot untuk fasilitas para Kombes dan jenderal itu,” tandas Neta, seperti dikutip dari RMOL.id.

Ketiga, harus memahami kebutuhan fasilitas, sarana, dan prasarana, sehingga proyek-proyek pengadaan tepat guna sasaran bagi kepentingan kepolisian dalam menjaga kamtibmas.

“Orang-orang baru yang tidak mengerti tentang kepolisian, jangan menangani proyek pengadaan,” tandas Neta.

Terakhir, calon Kapolri harus paham sistem karir untuk mengembangkan tugas profesional kepolisian, agar jangan sampai ada pejabat kepolisian yang bertahun-tahun bertugas di satu tempat.

Masih menurut Neta, bintang tiga di Polri saat ini cukup banyak, ada 13 orang. Tentunya tidak semua bisa ikut bursa calon Kapolri. Para bintang tiga dari Akpol 87 sulit masuk bursa, mengingat Kapolri Idham Azis dari Akpol 88.

Jika Akpol di bawah Akpol 88 dipaksakan menjadi Kapolri, tentu terjadi kemunduran di institusi kepolisian. Sehingga yang bisa masuk bursa calon Kapolri adalah dari Akpol 88A, Akpol 88B, Akpol 90, dan Akpol 91.

Sejumlah jenderal bintang tiga digadang-gadang masuk bursa, di antaranya Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kebareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dan Kabarhakam Polri Komjen Agus Ardianto.

Ada juga Komjen Boy Rafli Amar yang saat ini menjabat Kepala BNPT, yang disebut-sebut juga berpeluang jadi Kapolri.