BIN Bantah Suap Organisasi Mahasiswa, Wawan: Itu Hoax

Nasional

NOTULA – Belakangan marak rumor bahwa Badan Intelijen Negara (BIN) menyuap sejumlah organisasi mahasiswa agar tidak mengkritisi pemerintahan Jokowi.

“Berita yang menyatakan BIN menyuap ormas mahasiswa agar tidak kritis kepada pemerintah adalah hoax,” tutur Jurubicara BIN, Wawan Hari Purwanto, di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (20/11).

Media sosial memang sempat dihebohkan dengan kabar suap terhadap organisasi kemahasiswaan yang dilakukan BIN.

Organisasi mahasiswa seperti PB HMI, PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, IMM, Hikmabudhi, dan KMHDI, dituduh menerima kucuran dana Rp 200 juta per bulan dari BIN.

Penyaluran dana itu dimaksudkan untuk membungkam mahasiswa dari mengkritisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

“Tudingan itu hanya bertujuan untuk mendeskriditkan pemerintah maupun BIN sendiri,” tukas Wawan.

Wawan juga menegaskan, setiap ormas berhak menyuarakan kebebasan berpendapat. Dengan catatan, tidak melanggar undang-undang yang berlaku. Dan tetap berlandaskan azas kebenaran.

“Ormas bebas menyuarakan sesuatu namun tetap harus bertanggung jawab, bukan hoax, bukan fitnah, sebab mereka dapat terkena sanksi berdasarkan UU ITE,” tegasnya.

Pun demikian dengan sejumlah deklarasi politik yang dikumandangkan oleh banyak ormas di daerah-daerah itu adalah bagian kebebasan berserikat setiap waga negara. BIN tidak berhak mengarahkan kelompok tertentu untuk sebuah kepentingan politik.

“BIN membebaskan seluruh Ormas dan warga negara untuk melakukan deklarasi maupun kampanye selama tidak melanggar undang-undang,” pungkas Wawan seperti dikutip dari rmol.co.

BIN memastikan bahwa deklarasi sejumlah ormas itu merupakan kehendak mereka sendiri, berdasarkan pilihan mereka terhadap salah satu pasangan capres-cawapres.