Bila Tuntutan Tak Dipenuhi, Buruh dan Mahasiswa Janji Kembali Demo

Nasional

NOTULA – Ribuan massa buruh dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), mahasiswa, dan masyarakat sipil yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI, janji bakal turun jalan lagi bila tuntutan mereka tak dipenuhi.

Pada aksi yang digelar menjelang sore itu berakhir sekitar pukul 17.30 WIB, Kamis (21/4/22). Massa KASBI dan mahasiswa membubarkan diri secara tertib sambil meneriakkan lagu perjuangan aksi.

Pada aksi kali ini, perwakilan massa KASBI dan mahasiswa sempat diterima dan berdialog dengan pimpinan DPR RI yang diwakili Sufmi Dasco Ahmad.

Apabila 10 tuntutan aksi tidak dipenuhi, Ketua KASBI, Nining Elitos, memastikan akan kembali turun ke jalan dengan massa lebih besar, 21 Mei mendatang.

“Jangan salahkan rakyat, jika tuntutannya tidak dipenuhi. Jangan salahkan rakyat tumpah ruah ke jalanan, kami sudah peringatkan DPR,” tegas Nining dari atas mobil komando.

Seperti diberitakan sebelumnya, massa KASBI, elemen mahasiswa dan masyarakat sipil membawa sejumlah tuntutan.

Yakni, hentikan pembahasan UU No 11/2020 tentang Ciptaker inkonstitusional di DPR, tolak revisi UU No 12/2011 tentang P3, tolak revisi UU No 21/2000 tentang serikat pekerja.

Massa juga mendesak dihentikannya kriminalisasi terhadap gerakan rakyat, termasuk penuntasan pelanggaran HAM sekarang juga.

Selain itum turunkan harga BBM, minyak goreng, tarif PDAM, listrik, tol, dan PPN. Negara harus tegas terhadap koruptor, tangkap, adili dan Sita hartanya, redistribusi kekayaan nasional, berikan jaminan sosial atas pendidikan, kesehatan, pemukiman, fasilitas publik, dan makan secara gratis untuk rakyat.

Mereka juga menolak penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden, sahkan UU PRT dan berikan perlindungan terhadap buruh migran, wujudkan reforma agraria sejati (tanah, alat dan teknologi untuk kaum tani), dan berikan akses partisipasi publik seluas-luasnya dalam rencana revisi UU Sisdiknas.

Kecewa

Sementara itu, aksi demonstrasi mahasiswa di depan Patung Kuda Arjuna Wihaha atau depan Monas, membubarkan diri jelang Magrib.

Seperti dikutip dari rmol.id, barisan mahasiswa berjalan perlahan mengarah ke lapangan IRTI yang menjadi lokasi angkutan bus pembawa massa dari titik awal terparkir.

Banyaknya massa membuat Jalan Merdeka Selatan dari arah Patung Kuda ke Stasiun Gambir terhenti. Beruntung, massa langsung mengarah ke bus dan kendaraan masing-masing, dan kepadatan berangsur terurai.

Kekecewaan pun terlihat dari raut wajah para demonstran. “Sebenarnya kami ingin bertemu langsung, tetapi presiden dan wakil presiden tidak menemui kami,” sesal seorang mahasiswa Trisakti.