Bila Hukum Tidak Tebang Pilih, Sejumlah Kasus Sudah Menanti Ahok

Nasional

NOTULA – Begitu menghirup udara bebas, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, berpotensi kembali masuk penjara. Menurut rencana, terpidana kasus penodaan agama itu akan menghirup udara bebas pada 24 Januari.

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, mengatakan, bila penegak hukum seperti Polri, Kejaksaan dan KPK objektif, bisa saja Ahok kembali dipenjara. Pada kasus dugaan korupsi pembangunan RS Sumber Waras di Jakarta Barat, sambungnya, Ahok berpotensi dijerat.

Terkait kasus ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI mengungkapkan, kerugian negara akibat pembelian lahan Sumber Waras mencapai Rp 191 miliar.

Marwan, seperti dilansir rmol.co, menjelaskan, jika penegak hukum objektif, sudah lebih dari cukup bukti untuk mengadili Ahok.

“Kalau tidak tebang pilih, bisa saja Ahok diadili lagi,” tegas Marwan yang juga menulis buku Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok, kepada redaksi, Sabtu (19/1).

Dikatakan juga, dalam kasus ini, sudah ada dua alat bukti bahkan lebih untuk menjerat Ahok. Di dalam kasus ini Ahok juga sudah pernah diperiksa penyidik KPK.

“Pertanyaannya, KPK serius tidak mengungkap kasus Sumber Waras ini? Tidak cukup dengan mengatakan tidak ada niat jahat. Saya minta tidak ada yang dilindungi dalam kasus ini,” sebut Marwan.

Selain kasus Sumber Waras, ada beberapa kasus yang juga bermasalah saat Ahok memimpin di Jakarta. Seperti sengketa lahan Taman BMW Jakarta Utara, kasus reklamasi pantai utara Jakarta, korupsi pengadaan bus Transjakarta, dan kasus sengketa lahan di Cengkareng Jakarta Barat.