Biaya Penyelenggaraan Haji 2022 Disepakati Rp 81,7 Juta

Nasional

NOTULA – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) bersama DPR RI sepakat menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1433 Hijriah atau 2022 Masehi sebesar Rp 81,7 juta.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily, mengatakan, biaya tersebut merupakan rata-rata yang akan dikenakan kepada jemaah haji reguler.

“Kami sepakat besaran rata-rata BPIH 1443 H/2022 M per jemaah untuk jemaah haji reguler sebesar Rp 81.747.844,” papar Ace Hasan kepada wartawan, Rabu (13/4/22).

Menurutnya, penetapan biaya itu menggunakan asumsi kuota haji Indonesia 1443 H/2022 M yang dijadikan dasar pembahasan BPIH sebanyak 110.500 jemaah atau sebanyak 50 persen dari kuota haji 2019.

“Dengan rincian kuota untuk jemaah haji reguler sebanyak 101.660 dan haji khusus sebanyak 8.840 orang,” katanya.

Dikatakan juga, para calon jemaah haji nantinya akan tinggal selama 41 hari di Arab Saudi. Salah satu pelayanan yang ditingkatkan adalah peningkatan volume makan jemaah haji di Mekkah dan Madinah, dari dua kali per hari menjadi tiga kali per hari.

“Kami berkomitmen memaksimalkan pelayanan kepada jemaah haji tahun 1443 H/2022 M. Kami tetap mendorong agar pelaksanaan haji di era pandemi ini tetap memperhatikan protokol kesehatan,” kata dia lagi.