Biar Fokus Nyapres, Jokowi Bisa Berhentikan Moeldoko

Nasional

NOTULA – Presiden Joko Widodo bisa melakukan dua langkah politik, merespons gerakan pengambilalihan atau “kudeta” pimpinan Partai Demokrat yang diduga didalangi Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko.

Pengamat politik Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, Rabu (3/2/21), berpendapat, Jokowi bisa langsung memberhentikan Moeldoko dari jabatan KSP. Opsi kedua, presiden meminta Moeldoko mengundurkan diri.

Menurut hematnya, jika memang Moeldoko serius ingin mencalonkan diri sebagai presiden, maka mundur dari KSP akan membuat dirinya lebih fokus melakukan kerja politik.

“Jika memang serius ingin nyapres, sebaiknya pak Moeldoko mundur saja dari istana, dan fokus melakukan kerja-kerja politik,” kata dosen ilmu politik dan international studies Universitas Paramadina ini, seperti dikutip dari RMOL.id.

Seperti diberitakan, kabar kudeta kepemimpinan Partai Demokrat diungkapkan Agus Harimurti Yudoyono pada Senin siang (1/2/21). Ia mengaku mendapat informasi lengkap dari para pengurusnya, baik di level pusat maupun daerah.

Moeldoko sendiri tidak secara tegas membantah. Mantan Panglima TNI itu hanya meminta dinamika yang muncul itu tidak dikaitkan dengan Presiden Jokowi.

Moeldoko juga meminta AHY dan pihak Demokrat tidak terbawa perasaan dalam menghadapi dinamika partai berlambang mercy itu.