Berlaku Mulai Hari Ini, Kapolri: Tilang Elektronik untuk Tekan Penyalahgunaan Wewenang Polantas

Nasional

NOTULA – Diterapkannya Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau tilang elektronik tak sekadar mengurangi pertemuan personel dengan masyarakat dalam rangka memutus rantai Covid-19, tapi juga menekan anggota polisi lalu lintas menyalahgunakan wewenang.

Demikian ditegaskan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat meresmikan penerapan E-TLE tahap I secara nasional pada 12 Polda jajaran di Gedung NTMC Polri Jakarta Selatan, Selasa (23/3/21).

Jenderal Listyo menjelaskan, program ELTE (tilang elektronik) merupakan bagian dari upaya menegakkan hukum dengan memanfaatkan teknologi informasi.

“Kita terus memperbaiki system, sehingga aparat penegak hukum di jalan tidak perlu berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kita sering mendapatkan komplain terkait proses tilang oleh sejumlah oknum anggota yang berpotensi menyalahgunakan kewenangan,” katanya.

Pada tahap I, seperti dikutip dari RMOL.id, penerapan E-TLE ini melibatkan 244 titik. Kedepannya, Kapolri berharap personel Polantas hanya bertugas melakukan pengaturan pada saat terjadi kemacetan lalu lintas.

Ke-244 kamera E-TLE tersebar di 12 Polda jajaran, dengan rincian, 98 titik Polda Metro Jaya, 56 titik Polda Jatim, 21 titik Polda Jabar, 16 titik Polda Sulsel, 11 titik Polda Sulut, 10 titik Polda Jateng, 10 titik Polda Sumbar, 8 titik Polda Jambi, 5 titik Polda Lampung, 4 titik Polda DIY, 4 titik Polda Riau, dan 1 titik Polda Banten.