Berbagai Elemen Kecam Fitnah Terhadap Din, GAR ITB Bukan Organisasi di Bawah ITB

Nasional

NOTULA – Berbagai organisasi mengecam keras tuduhan yang dilontarkan Gerakan Anti Radikalisme Alumni Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) yang melaporkan Din Syamsuddin dengan tuduhan radikalisme.

Aktivis Bandung Initiative Network, Gde Siriana, mengatakan, setidaknya ada 50 organisasi, baik dari Pro Demokrasi, alumni perguruan tinggi, serta tokoh nasional, telah menyampaikan kecaman kepada GAR ITB.

“Setidaknya ada 50 organisasi dan tokoh yang mengecam fitnah kepada Di Syamsuddin, di antaranya Adhie Massardi dari Gerakan Indonesia Bersih, Iwan Sumule ProDem, Andrianto Persatuan Pergerakan, Akhmad Syarbini FAPETISI, Andri Bachtiar, FAPI, dan lainnya,” kata Gde Siriana, Senin (15/2/21).

Menurutnya, cara-cara yang dilakukan GAR ITB mengingatkan para aktivis pada zaman Orde Lama. Kala itu, Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI), yang merupakan underbow Partai Komunis Indonesia (PKI), memata-matai HMI di kampus-kampus.

“Mereka sperti polisi kampus. Sekarang cara CGMI dipakai. Mereka bukan lagi mengintimidasi Pak Din, tapi juga organisasi Muhammadiyah. Ini persis seperti PKI menyerang ormas-ormas Islam di era Orde Lama,” tegas Gde Siriana.

Sementara itu, Adhie Massardi, menjelaskan, pergerakan GAR ITB menunjukkan bahwa kampus sudah mulai dijadikan basis pendengung buzzer rezim. “Jika di ITB berhasil, sangat mungkin diterapkan di kampus-kampus lain,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Majelis Jaringan Pro Demokrasi (Prodem), Iwan Sumule, menegaskan, apa yang dilakukan GAR ITB telah mencoreng ITB sebagai kampus bapak proklamator.

“Seharusnya alumni ITB bersikap demokratis dan mendukung kebhinnekaan di kampus dan di masyarakat. Saya berharap rektorat menindak mereka ini,” tandasnya.

Kini, aksi membela Din Syamsuddin pun disuarakan masyarakat umum. Melalui sebuah petisi daring berjudul “Pak Din Syamsuddin Tidak Radikal”, ribuan orang menilai tudingan GAR ITB kepada Din tidak masuk akal.

Petisi yang digagas kader Muhammadiyah, David Alka, bahkan telah mendapat dukungan lebih dari 12 ribu tanda tangan. Per Senin pukul 05.00 WIB, setidaknya ada 12.609 orang menandatangani petisi di change.org.

Pada petisi itu, ia menilai tuduhan radikal kepada Din Syamsuddin absurd dan salah alamat.

“Absurd, tidak masuk akal jika Prof Din Syamsuddin dilaporkan radikal. Kelompok yang mengatasnamakan GAR ITB itu jelas mengada-ada,” bunyi petisi seperti dikutip dari RMOL.id.

Hingga pukul 06.00 WIB pagi ini, setidaknya sudah ada 12.735 orang yang telah menandatangani petisi daring itu.

Respon ITB

Menyikapi polemik yang berkembang luas, pihak Institue Teknologi Bandung telah menyampaikan respons atas keberadaan organisasi GAR ITB.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi ITB, Naomi Sianturi, menegaskan, GAR-ITB bukan organisasi resmi di bawah naungan ITB.

“GAR-ITB itu bukan organisasi di bawah ITB,” tegas Naomi dalam keterangan tertulisnya.