Bawaslu Dinilai Tak Objektif Sikapi Salam 2 Jari Anies

Nasional

NOTULA – Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) terkesan tebang pilih, karena hanya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang dipanggil, gara-gara salam dua jari khas symbol pasangan Prabowo -Sandi, saat Konfernas Partai Gerindra, di Sentul, Jawa Barat pada Senin (17/12) lalu.

“Bawaslu kami nilai tidak fair dan tidak objektif menyikapi persoalan ini, serta memihak kepada Paslon Capres tertentu,” tegas Wakil Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Indonesia Muda, Hilman Firmansyah, dalam pernyataan persnya, Kamis (10/1).

Hilman memandang sangat aneh, Anies yang diduga melanggar kampanye, mendapat peringatan Bawaslu, sementara kepala daerah yang lain dibiarkan. Padahal mereka terang-terangan menggunakan nama gubernur, bupati, dan walikota, untuk mendukung pasangan Capres-Cawapres tertentu.

“Bahkan Mendagri juga mengatakan bahwa kepala daerah sah-sah saja mendukung salah satu pasangan di Pilpres, asalkan tidak menjadi tim inti dan tidak boleh menggunakan fasilitas negara,” ulasnya.

Dalam sebuah kesempatan, Mendagri Tjahjo Kumolo pernah menyatakan, jabatan kepala daerah itu politis, sebab mereka diusung partai politik atau gabungan partai politik.

“Kami mengingatkan Bawaslu sebagai Badan Pengawas Pemilu agar menjalankan kebijakan secara adil dan berimbang, serta tidak menyalahi wewenang Bawaslu, dalam hal ini menjalankan pengawasan Pemilu Pileg dan Pilpres,” tegasnya, seperti dikutip dari rmol.co.