Bawalu: Gerakan Jari Anies Tak Penuhi Unsur Pidana

Nasional

NOTULA – Gubernur DKI Jakarta yang gerakan jarinya pada Konferensi Nasional Partai Gerindra dipersoalkan, akhirnya dinyatakan tidak memenuhi unsur pelanggaran kampanye.

Keputusan itu didasarkan pada hasil rapat kedua Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari Bawaslu Bogor, Polres Bogor dan pihak kejaksaan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor, Irvan Firmansyah, memastikan, ketiga pihak itu tidak menemukan unsur pidana pada apa yang dilakukan oleh Anies Baswedan.

“Rapat kedua di Sentra Gakkumdu memutuskan, bahwa kesimpulannya laporan yang dilaporkan, yang diduga ada pelanggaran yang dilakukan oleh terlapor, tidak memenuhi unsur. Sehingga dianggap tidak memenuhi unsur pidana dan tidak dapat dilanjutkan dalam proses selanjutnya,” kata Irvan, kepada wartawan, Jumat (11/1).

Menurut dia, keterangan dari pihak pelapor, terlapor dan saksi-saksi, tidak ada yang bisa dijadikan bukti valid bahwa Anies membuat keputusan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon pada Pilpres 2019.

“Jadi unsurnya tidak memenuhi,” tegasnya, seperti dikutip dari rmol.co.