Basmi Korupsi, Publik Masih Unggulkan KPK Ketimbang Lembaga Kepresiden

Nasional

NOTULA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menjadi lembaga yang dinilai paling efektif dalam kerja-kerja pemberantasan tindak pidana korupsi.

Pernyataan itu disampaikan peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi, dalam diskusi dan rilis survei “Tren Persepsi Publik Tentang Korupsi” di Hotel Akmani Jakarta, Senin (10/12).

“Berdasar survei kami, 81 responden menyatakan tahu kerja pemberantasan korupsi oleh KPK, 85 persen diantaranya menyatakan hasilnya sangat efektif,” jelas Burhanuddin.

Peringkat kedua, ada lembaga Kepresidenan, dimana terdapat 57 persen responden yang mengetahui kinerja, dan 76 persen diantaranya menyebut lembaga Kepresidenan efektif memberantas korupsi.

“Peringkat ketiga disusul lembaga Kepolisian dengan angka 54 persen mengetahui kinerja dan 66 persen di antaranya menganggap sudah efektif,” jelasnya.

Melengkapi posisi lima besar, lanjut Burhanuddin, ada Badan Pengawas Keuangan (BPK) 40 persen mengetahui, 70 persen menyatakan efektif dan Kejaksaan Agung 36 persen mengetahui, 66 persen menyatakan efektif.

Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) itu, seperti dikutip dari rmol.co, melibatkan 2.000 responden dari seluruh Indonesia dengan kualifikasi berusia minimal 19 tahun atau sudah menikah.

LSI melaksanakan survei pada rentan waktu 8 sampai 24 Oktober 2018. Survei yang menggunakan metode multistage random sampling pada tingkat kepercayaan 95 persen, dan toleransi kesalahan yang dipakai plus minus 2,2 persen.