NOTULA – Tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama, Romahurmuziy alias Romi, tengah dalam status pembantaran di RS Polri, karena gangguan pencernaan sejak Selasa (2/4), dan harus menjalani perawatan.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menilai, tidak ada alasan khusus kader PPP itu harus dirawat di RS Polri. Menurutnya, proses pembantaran terhadap semua tahanan KPK hanya bisa dilakukan di RS Polri dan RSPAD.

“Pembantaran atau kerjasama bisa dilakukan di RS Polri dan di RSPAD, karena itu kerjasama antar institusi. Jadi tergantung kesediaan dan tergantung tempat saja,” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, kepada wartawan, di Gedung KPK, Kuningan Jakarta, Senin (8/4).

Febri juga membantah KPK mengistimewakan Romi, termasuk dugaan bahwa Romi sengaja dirawat di RS Polri agar bisa bertemu tamu spesial.

“Ini proses pembantaran biasa saja. Jadi bisa dilakukan di RS Polri bisa dilakukan di RSPAD,” tukas Febri, seperti dikutip dari rmol.co.

-Romi Tidak Kabur-

Pada bagian lain, Febri juga membantah kabar yang menyebut kader PPP itu hilang dari RS Polri. Dia memastikan kabar itu palsu alias hoax.

“Informasi-informasi seperti itu sudah pasti tidak benar. Dan saya kira kalau informasi-informasi yang berkembang tidak jelas kalau dikonfirmasi mestinya tidak perlu sampai seperti itu,” jelasnya.

Sebab, hari ini KPK telah meninjau langsung ke RS Polri dan mendapati Romi masih dalam proses perawatan.

“Kondisi tersangka RMY (Romi) masih membutuhkan perawatan secara medis. Maka tadi saya cek, sampai hari ini masih dalam status pembantaran,” ungkapnya.

Febri menegaskan, ada tim khusus yang bertugas mengawal pembantaran anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin di RS Polri.

“KPK tetap melakukan penjagaan. Jadi, ada pengawalan tahanan di sana dan kami juga melakukan penjagaan dalam proses pembantaran tersebut,” katanya.