Bahas Masalah Bangsa, Kongres KNPI Satukan Dua Kelompok

Nasional

NOTULA – Calon ketua umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada Kongres XV, Noer Fajrieansyah, mendorong generasi milenial untuk berkolaborasi dan berkreasi membangun dunia kepemudaan Tanah Air.

Menurutnya, memasuki era revolusi industri 4.0, pemuda harus terus berinovasi agar tidak ketinggalan zaman. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) itu pun menegaskan, pemuda saat ini masih ada dan peduli dalam membangun bangsa dan negara.

“KNPI bisa mengikuti era yang saat ini digital, era industri 4.0 dan pergerakan milenial yang sangat kuat,” tutur Fajri kepada wartawan, Sabtu (8/12).

Dia mengajak para pemuda untuk satu nafas, terlebih dalam tahun politik seperti sekarang ini. Dengan nafas yang satu, para pemuda bisa menjadi kekuatan pemersatu dan mengikat komitmen kebangsaan dalam menghadapi situasi sosial politik yang semakin panas.

“Pemuda Indonesia saat ini meski dalam (suasana) Pilpres, ada kelompok A dan kelompok B, hari ini kami mencoba menyatukan semua, tidak serta merta kumpul membahas KNPI, tapi juga membahas permasalahan bangsa,” urainya.

Sementara, Ketua Umum DPP KNPI, M Rifai Darus, menilai, gagasan yang diaspirasikan Fajri merupakan sesuatu yang unik. Menurutnya, KNPI saat ini tidak bisa dipisahkan dari era milenial.

“Bung Fajrieansyah paham betul tentang dunia kepemudaan milenial yang mengambil titik start-nya dari dunia kemilenialan,” ucap Darus, seperti dikutip dari rmol.co.

Dia berharap Fajri mampu membuat pemuda Indonesia, khususnya KNPI, menjadi dunia yang disenangi dan enjoy untuk bisa berelaborasi gagasan membangun Indonesia di masa depan.

Sedang Ketua Umum PB HMI, Saddam Al Jihad, menambahkan, gagasan penyatuan nafas pemuda penting diwujudkan dengan luwes dan lebih milenial. Agar KNPI di masa depan menjadi milik pemuda KNPI yang milenial bukan lagi KNPI yang terlalu politis.

“Keluwesan pemuda ini yang diharapkan KNPI menjadi wadah dalam masa bonus demografi tahun 2020-2030,” imbuhnya.