Back Up Ubedilah, Aktivis 98 Suarakan Basmi dan Perangi KKN

Nasional

NOTULA – Para Aktivis 98 dari lintas organisasi menyatakan mendukung dan berada di belakang dosen UNJ, Ubedilah Badrun, pelapor dua anak presiden, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK.

Mereka menyayangkan gerakan perubahan yang dimotori mahasiswa pada 1998 untuk membasmi Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN) di rezim Orde Baru, kini kembali terjadi pada rezim pemerintahan Jokowi.

“Gerakan Perubahan 98 yang memperjuangkan dihapuskannya KKN semakin tidak menunjukkan kemajuan,” demikian pernyataan tertulis aktivis 98 lintas organisasi yang diterima redaksi, Jumat (14/1/22).

Kini, fakta menunjukan, keserahakan merampok negeri dengan melibatkan anggota keluarga dipertontonkan. Sayangnya, menurut aktivis 98 lintas organ itu, aparat dan sebagian besar perangkat negara menutup mata.

“Mereka tak berani berbicara dan mencegah terjadinya KKN, bahkan para oknum pejabat negara berlomba-lomba memperkaya diri dan keluarga serta kelompoknya dengan cara KKN, ini memalukan dalam sejarah kemerdekaan Indonesia,” bunyi peryataan tertulis itu.

Karena itu, aktivis 98 lintas organ menyatakan berada di balik Ubedilah Badrun yang membawa persoalan dugaan KKN keluarga Presiden Jokowi ke KPK, demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Mereka mendukung sikap Ubedilah yang memperkarakan dua anak dari Bapak Presiden Joko Widodo yang bernama Gibran Rangkabuming dan Kesang Pangarep, juga mendukung upaya berbagai pihak yang ingin mengurangi dan membasmi dengan signifikan perilaku KKN di berbagai sektor, terutama pemerintahan.

Mereka, seperti dikutip dari rmol.id, juga meminta aparat penegak hukum bersikap adil menuntaskan kasus ini dan kasus-kasus KKN lainnya, serta mengajak semua elemen bangsa untuk terus berjuang melawan terhadap siapapun yang melakukan kejahatan KKN dalam pemerintahan siapapun.