NOTULA – Massa peserta Aksi 22 Mei terus memadati kawasan sekitaran kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).

Mereka datang dengan membaca surat-surat pendek Alquran dan sesekali meneriakkan kalimat takbir. Diantara surat pendek yang dibaca adalah Surat Al-Fil dan Surat Al-Ikhlas.

Seperti diketahui, Surat Al-Fil mengisahkan gagalnya usaha penghancuran Ka’bah oleh pasukan Abrahah (raja Yaman) yang diperkuat 60 ribu tentara, tersebut termasuk diantaranya 13 gajah (fil).

Dari atas mobil komando seorang orator menegaskan, semua akan mati, termasuk petugas kepolisian, semuanya akan pensiun dan meninggal dunia.

“Dan kalau keadilan tidak ada, maka azab Allah akan datang,” ungkapnya lantang, seperti dikutip dari rmol.co.

Tak lupa, mereka menyampaikan rasa duka cita atas kematian para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019.

Sementara itu, di sela-sela aksi, mereka juga menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menyelenggarakan shalat istighosah.

Aksi 22 Mei atau Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) menolak hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019 yang dinilai banyak kecurangan.