Azis: HRS Tak Masalah Ditahan, Asal Kematian Enam Laskar Diusut Tuntas

Nasional

NOTULA – Imam Besar Habib Rizieq Shihab (IB HRS) mengaku tidak masalah ditahan oleh Polda Metro Jaya, asal kematian 6 laskar FPI diusut tuntas.

Pernyataan itu disampaikan salah satu kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar kepada wartawan, Sabtu (26/12/20), di Jakarta.

Habib Rizieq hanya berpesan, sambung Azis, agar tewasnya enam laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek akibat terjangan peluru petugas Polda Metro Jaya, diusut tutas. Pelaku penembakan harus ditangkap dan dihukum.

“Asalkan keadilan ditegakkan dengan proses tangkap dan hukum pembunuh 6 laskar FPI yang dibunuh secara keji,” jelas Aziz lagi.

Dia menegaskan, Habib Rizieq memrintahkan agar pihaknya terus melakukan pengawalan investigasi penembakan kepada enam laskar FPI, agar para pelaku bertanggung jawab usai menghilangkan nyawa keenam lascar itu.

“Dan IB HRS (Imam Besar Habib Rizieq Shihab) menuntut tanggung jawab mereka kelak atas kekejian mereka,” katanya lagi.

Menurut dia, Habib Rizieq selalu memanjatkan doa agar para pelaku penembakan diberi azab setimpal. “Setiap hari IB HRS selalu berdoa para pelakunya diberi azab setimpal dunia akhirat,” tutur Aziz.

Seperti diberitakan, enam laskar FPI, Faiz, Ambon, Andi, Reza, Lutfi, dan Khadafi, tewas setelah ditembak anggota Polda Metro Jaya. Mereka ditembak saat mengawal Habib Rizieq Shihab dan keluarganya yang henak mengikuti pengajian keluarga.

Kematian keenam laskar FPI itu masih menuai tanda tanya besar. Ada beda penjelasan antara pihak kepolisian dengan FPI terkait peristiwa itu. Pihak kepolisian menyebut sempat terjadi tembak-menambak sebelum 6 laskar FPI tewas. Namun FPI membantah dan mengklaim tidak memiliki senjata api.