Ayah Laskar FPI yang Tewas Ajak Kapolda Metro Muhabalah

Nasional

NOTULA – Syuhada, ayahanda Faiz Ahmad Sukur (22 tahun), salah satu laskar FPI yang tewas, mengajak Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, bermuhabalah. Syuhada merasa anaknya difitnah, karena disebut menyerang polisi pada insiden di KM 50 Tol Japek.

Muhabalah artinya mengutuk, yakni memohon kutukan kepada Allah untuk dijatuhkan kepada orang yang salah atau dusta, sebagai bukti kebenaran salah satu pihak.

“Saya tantang Kapolda Metro Jaya yang telah mengumumkan membunuh anak kami, untuk membuktikan kebenaran siapa yang salah siapa yang benar. Siapa yang zalim, siapa yang benar. Saya ajak secara syariat Islam untuk bermuhabalah,” tegas Syuhada, saat mendatangi gedung Komnas HAM, Senin (21/12/20).

Selanjutnya, tambah Syuhada, biar Allah SWT yang menentukan. “Kalau anak saya yang salah, kami sekeluarga akan dilaknat Allah SWT beserta keturunan kami. Dan bila mereka yang salah, maka mereka dan keturunannta yang dilaknat Allah SWT,” sambungnya.

Seperti dikutip dari RMOL.id, ia juga mengungkapkan, saat memandikan jenazah anaknya, sebelum dimakamkan, Ia melihat, setidaknya ada tiga luka bolong yang diyakini berasal dari peluru tajam.

“Saat kami mandikan, baru kami ketahui, kami melihat kebiadaban yang luar biasa. Anak saya, di sini (menunjukkan bagian leher atas sebelah kiri di bawah telinga), bolong, bekas jahitan. Saya tidak tahu itu bekas apa, bisa jadi itu bekas pelor masuk ke dalam. Kemudian dikeluarkan lagi saya tidak tahu,” Syuhada menuturkan.