AR: KPK Berharap Tak ada OTT Lagi

Nasional

NOTULA – Hingga Pertengahan November ini, operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menjaring Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, merupakan yang ke-27 selama 2018.

“OTT ini merupakan yang ke-27 selama 2018,” tutur Ketua KPK, Agus Rahardjo, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Minggu (18/11) malam.

Dia berharap penangkapan OTT Pakpak Bharat sebagai yang terakhir, mengingat praktik korupsi yang masih marak dan memprihatinkan.

“Saya prihatin, kenapa ini terus berulang, dan tentu harus ada evaluasi bersama agar kejadian seperti ini tidak perlu ada lagi,” jelasnya.

Pada operasi senyap yang mengungkap kasus suap proyek di Pemkab Pakpak Bharat, KPK mengamankan enam orang di Medan, Jakarta, dan Bekasi.

Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, di antaranya Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, Plt Kepala Dinas PUPR Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali, dan dari swasta, Hendriko Sembiring.

Pada OTT ini, seperti dikutip dari rmol.co, KPK mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 150 juta, yang merupakan bagian dari dana suap proyek Dinas PUPR.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 12 huruf (a) atau huruf (b) atau Pasal 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU 20/2001 jo Pasal 55 ayat 1 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.