Anwar Abbas: Fokus Kerja, Sudahi Manuver Tunda Pemilu

Nasional

NOTULA – Sejumlah menteri yang masih saja menggalang dukungan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode disarankan fokus kerja sesuai tupoksinya, sebelum Pemilu 2024.

Saran itu disampaikan tokoh Muhammadiyah, Anwar Abbas, yang konsen dalam isu sosial ekonomi dan keagamaan. Dia memandang masih banyak persoalan yang dihadapi masyarakat justru tak kunjung selesai, karena manuver para Menteri Jokowi.

“Persoalan bangsa ini menumpuk, seperti kesehatan atau Covid-19, harga minyak, pengangguran, kemiskinan, kriminalitas, ketidakadilan, utang negara yang membengkak, dan kemandirian bangsa yang tergerus, baik bidang ekonomi, politik, serta keamanan,” tutur Anwar, seperti dikutip dari rmol.id, Jumat (1/4/22).

Belakangan ada dua menteri yang kembali bermanuver mengupayakan Jokowi menjabat periode ketiga, yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Selasa (29/3/22), Luhut hadir dalam acara silaturahmi Presiden Joko Widodo dengan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) di bawah kepemimpinan Surta Wijaya yang berencana mendeklarasikan Jokowi tiga periode di Jakarta.

Sedang Bahlil, beberapa hari lalu, menanggapi penolakan mayoritas publik terhadap isu penundaan Pemilu dan atau perpanjangan masa jabatan presiden. Dia meminta agar gagasan penundaan Pemilu yang digaungkannya pertama kali jangan diharamkan.

Jokowi sendiri kembali menegaskan sikapnya terkait wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Jawa Tengah, Rabu (30/3/22).

Pada kesempatan itu Jokowi mengaku diteriaki warga agar bisa kembali memimpin di periode ketiga. Namun dia menyatakan akan taat konstitusi yang berlaku sekarang.

Sebab itu Anwar meminta menteri-menteri Jokowi yang bermanuver politik, lebih baik fokus kerja, supaya bisa memberikan dampak positif bagi kepala pemerintahan yang masih akan menjabat hingga 2024.

“Lebih baik mereka fokus mengatasi masalah-masalah yang ada, karena biasanya satu atau satu setengah tahun sebelum Pemilu, para menteri dan tokoh-tokoh politik itu lebih sibuk memikirkan masalah Pemilu dan Pilpres,” tuturnya.

“Akibat pekerjaan yang harus dikerjakan tidak terkerjakan, sehingga usaha kita untuk melindungi, mencerdaskan dan mensejahterakan rakyat tidak tercapai. Dan akibatnya, bak kata orang-orang arif, duit habis tapi rumah tidak selesai,” demikian Anwar.