NOTULA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengantisipasi gerakan massa saat pengumuman Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019, 22 Mei mendatang, di Gedung KPU di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam surat edaran Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, kepada seluruh direktur rumah sakit di wilayah DKI Jakarta bernomor 52/SE/2019, Pemprov DKI meminta rumah sakit bersiap menghadapi semua kemungkinan yang bakal terjadi.

Seperti dikutip dari rmol.co, berikut isi surat edaran Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti:

1. Mempersiapkan rumah sakit untuk menerima pasien rujukan terkait kegiatan tersebut di atas.

2. Pembiayaan pasien dengan skema pembiayaan BPJS Kesehatan, bila tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan dapat ditagihkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

3. Setiap rumah sakit membuat laporan kegiatan secara online dan manual.

Seperti diketahui, eskalasi politik nasional kian memanas jelang pengumuman dan penetapan hasil Pemilu Serentak 2019 oleh KPU RI.

Dan seperti diberitakan, kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah secara terbuka menolak hasil penghitungan suara KPU RI. Sejumlah elite di kubu Prabowo terus menyuarakan gerakan massa.

Prabowo juga sudah menyatakan penolakan terhadap perhitungan resmi yang dilakukan oleh KPU karena dinilai penuh kecurangan.

Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi mengklaim mereka memenangi Pilpres 2019 dengan perolehan suara 54,24 persen dan Jokowi-Maruf Amin 44,14 persen.

Meski mengklaim ada kecurangan, namun kubu Prabowo mengaku tidak akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.