Anggaran Pemilu 2024 Rp 76,6 Triliun, Durasi Kampanye 75 Hari

Nasional

NOTULA – Pimpinan DPR RI bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Komisi II DPR RI, menyepakati beberapa hal terkait Pemilu 2024, mulai dari tahapan Pemilu hingga pelaksanaan pada 14 Februari 2024.

Menurut Ketua DPR RI, Puan Maharani, dalam rapat konsultasi antara Pimpinan DPR RI, penyelenggara Pemilu yakni KPU, DKPP, pemerintah, dan Komisi II, telah disepakati bahwa Pemilu 2024 mendatang berlangsung pada 14 Februari, dan Pilkada dilaksanakan pada 27 November 2024.

“Tadi disepakati antara KPU dan pimpinan DPR dan pimpinan komisi serta pemerintah, Waktu pendaftaran Parpol ditetapkan Agustus 2022, verifikasi Parpol Desember 2022, sehingga tahapan Pemilu sesuai jadwal yang ditetapkan,” tutur Puan, saat jumpa media, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (6/6/22).

Terkait anggaran, sambung dia, telah disepakati antara pemerintah, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri, DPR RI, dan KPU, bahwa yang diajukan senilai Rp 76,6 triliun, dan durasi kampanye 75 hari.

“Anggaran yang diajukan KPU, setelah melalui beberapa proses, akhirnya ditetapkan biaya tahapan sampai pelaksanaan Pemilu Rp 76,6 triliun. Diharapkan pendistribusian dan pembuatan logitik bisa dilaksanakan KPU, sehingga sesuai tahapan dan jadwal yang telah disepakati,” katanya.

Dia berharap anggaran Pemilu bisa dimanfaatkan dengan efisien dan efektif. Selain itu, dengan anggaran itu juga memaksimalkan kebutuhan mulai tahapan Pemilu, hingga pengadaan dan distribusi logistik.

Puan, seperti dikutip dari rmol.id, juga meminta pemerintah segera mengeluarkan peraturan presiden unutk mengatur distribusi logistik selama tahapan Pemilu.

“Pembahasan Perpres terkait logistik tetap dilakukan bersama-sama antara pemerintah, KPU dan DPR, sehingga apapun yang dihasilkan, sesuai pembahasan dan bermanfaat bagi pelaksanaan Pemilu,” katanya.