Andrianto: Eggi Ditahan, Bahaya Otoriterisme Mulai Tampak

NOTULA – Penetapan tersangka dan penahanan yang dilakukan kepolisian terhadap politisi PAN, Eggi Sudjana, terkait dugaan makar dinilai sangat berlebihan, bahkan cenderung otoriter.

Pernyataan itu disampaikan Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto, yang mengatakan, di era reformasi, lumrah saja orang berbicara kritis, tidak terkecuali people power yang dimasalahkan itu. Pernyataan semacam itu hanya kebebasan berekspresi, belum ada tindakan nyata.

“Apa iya Eggi Sudjana begitu membahayakan. Apalagi yang dituduhkan begitu bias. Era reformasi biasa saja orang bicara kritis,” jelas Andrianto saat dihubungi redaksi, Rabu (15/5).

Dia juga menekankan, pada era reformasi, tidak ada satu pemerintah pun selain pemerintahan sekarang yang memenjarakan orang-orang yang kritis.

Sebab itu, aktivis mahasiswa 1998 ini menilai penetapan tersangka dan penahanan Eggi Sudjana merupakan sebuah kemunduran demokrasi.

“Lihat era Habibie, Gus Dur, Mega, SBY, begitu banyak orang demo anti pemerintah. Apa saat itu ada yang ditahan? Kita mengalami kemunduran demokrasi. Bahaya otoriterisme mulai tampak. Ingat, kekuasaan yang ditopang oleh legitimasi yang rendah akan rentan,” pungkas Andrianto, seperti dikutip dari rmol.co.

-Eggi Tolak Tanda Tangan-

Sementara itu, pada bagian lain, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono, membenarkan Eggi Sudjana ditahan selama 20 hari ke depan. Penahanan itu berdasarkan surat perintah penahanan dengan nomor: SP.HAN/587/V/2019/Ditreskrimum tertanggal 14 Mei 2019.

“Tersangka ditahan, diawali dengan membacakan surat perintah penahanan oleh penyidik, dan (Eggi) dipersilakan membaca surat perintah penahanan itu,” jelas Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/4).

Namun, saat diminta menandatangani surat penahanan itu, Eggi menolak. Sehingga penyidik meminta Eggi mengisi berita acara penolakan surat penahanan. “Tersangka menandatangani Berita Acara Penolakan Tanda Tangan Surat Perintah Penahanan dan Berita Acara Penahanan,” tambah Argo.

Selanjutnya Eggi langsung dimasukkan ke sel tahanan Polda Metro Jaya. “Tersangka dimasukkan ke dalam tahanan DIT TAHTI Polda Metro Jaya pada hari Selasa tanggal 14 Mei 2019 pukul 23.00 WIB,” pungkas Argo.