Andi Arief Diperkarakan, Hoax Esemka Dipertanyakan

Nasional

NOTULA – Diperkarakannya Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief, yang diduga menyebar hoax terkait tujuh kontainer surat suara tercoblos dinilai aneh. Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Anthony Leong, menekankan, diksi yang dipakai Andi Arief bukanlah hoax seperti yang dituduhkan.

“Kalau diperhatikan, diksi Andi Arief itu sedang mengimbau KPU agar memeriksa kabar mengenai informasi itu. Coba dilihat lagi, Pak Ma’ruf Amin akan luncurkan Esemka pada Oktober 2018, tapi sekarang sudah Januari 2019 juga belum ada, padahal rakyat sudah menanti. Ini baru hoax. Kami minta polisi adil dalam memberantas peredaran hoax,” tegas Anthony dalam keterangannya.

Koordinator Prabowo-Sandi untuk Digital Team itu meminta semua pihak tidak saling memprovokasi. Pihak berwajib sebaiknya fokus mencari pembuat rekaman suara terkait informasi tujuh kontainer berisi suara suara.

“Jangan sampai ada framming untuk menyudutkan Prabowo-Sandi karena cuitan yang viral. Perekam suara itulah yang harusnya ditindaklanjuti. Kasus black campaign Sandiaga Uno Undercover juga tidak diproses sampai sekarang, padahal laporan sudah masuk,” sesalnya, seperti dikutip dari rmol.co, Minggu (6/1).

Seperti diberitakan sebelumnya, Andi Arief lewat akun Twitter @AndiArief__ meminta kabar tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos yang telah ramai sejak Rabu sore (2/1) di grup Whatsapp agar dicek.

Setelah cuitan Andi Arief itu, malam harinya sekitar 22.00 WIB, KPU bersama Bawaslu, Bareskrim Polri bergerak mengecek ke lokasi yang disebutkan berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alhasil, KPU memastikan kabar itu bohong alias hoax.