Ancam Reformasi Jilid II, jika Tuntutan Mahasiswa Diabaikan Pemerintah

Nasional

NOTULA – Bila tuntutannya tidak dipenuhi, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengancam akan menggalang gelombang aksi unjuk rasa yang lebih besar.

Pada aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI, pimpinan DPR yang diwakili Sufmi Dasco Ahmad, Rahmat Gobel, dan Lodewijk, menemui mahasiswa dan berjanji akan mengakomodir serta mengawal tuntutan BEM SI ke pemerintah.

“Kita akan kawal, kita akan monitor, kalau tidak tersampaikan aspirasi ini maka akan ada gelombang-gelombang aksi selanjutnya yang lebih besar. Sepakat kawan-kawan?” teriak Ketua BEM SI, Kaharuddin, dalam orasinya, Senin (11/4/22) sore.

“Sepakaaat,” sahut massa aksi, seperti dikutip dari rmol.id.

Dia juga mengancam [impinan DPR dan Kapolri, apabila tidak maksimal dalam mengupayakan tersampaikannya tuntuta mahasiswa ke Pemerintah, akan mengupayakan reformasi jilid II.

“Nanti akan ada reformasi jilid II, jika aspirasi ini tidak terealisasi. Sepakat kawan-kawan?” tegasnya.

“Sepakaaat,” teriak massa aksi lagi.

Seperti diberitakan, pada aksi BEM SI yang berujung ricuh itu mereka membawa sejumlah tuntutan antara lain:

Pertama, mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat, bukan aspirasi partai.

Kedua, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret 2022 sampai 11 April 2022.

Ketiga, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen, bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan 3 periode.

Keempat, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang sampai saat ini belum terjawab.