Alumni Drum Band Ansor Gelar Reuni, Setelah 56 Tahun Terpisah

Malang Raya

NOTULA – Masa lalu bersama teman dan sahabat selalu indah untuk dikenang. Terlebih bila bisa menyatukan teman dan sahabat yang sudah terpisah sekian puluh tahun itu, dalam sebuah forum silaturahmi, yang kini akrab disebut reuni.

Itu pula yang diwujudkan alumni grup Drum Band Gerakan Pemudan Ansor Kidul Pasar, Kota Malang. Tak main-main, 56 tahun sudah mereka berpisah karena keluarga, kesibukan dan profesi masing-masing.

Minggu (2/12), alumni kelompok Drum Band Gerakan Pemuda ANSOR Kidul Pasar, itu pun mewujudkan mimpi.

Acara digelar secara sederhana di kediaman salah satu anggotanya, di Jalan PM Yamin Gang IV. Berlangsung santai, banyak cerita haru dan seru. Satu persatu di antara mereka yang kini tentu tak muda lagi, mengisahkan pengalaman masing-masing.

Dari 95 anggota Drum Band yang pada Desember 1965 mewakili Malang, Jawa Timur, bahkan Indonesia itu, kini hanya menyisakan 30 orang, setidaknya bisa dihitung dari yang masih bisa hadir di reuni kali ini.

Satu per satu cerita mulai mengalir, seperti saat mereka berkesempatan tampil di hadapan Presiden Soekarno, Menteri Soebandrio, dan Kyai Wahab Hasbullah – Ponpes Tambak Beras, di Stadion Senayan.

“Saat itu cukup istimewa, karena kita hadir dan tampil di hadapan Pak Menteri Bandrio, Presiden Soekarno, dan Kyai Wahab Hasbullah, bahkan presiden sempat menitipkan bangsa kepada umat muslim yang hadir, mengingat saat itu negara baru saja digoncang prahara,” tutur Slamet, salah satu anggota Drum Band GP Ansor yang hadir.

Tak hanya cerita heroik. Kisah-kisah lucu perjuangan grup drum band ini hingga bisa diundang tampil, juga bersautan, disambut gelak tawa.

Mereka berlatih memukul lantai, karena belum punya peralatan drum band, hingga berangkat ke Jakarta dengan ‘sangu’ pas-pasan. Acara reuni pun berubah hangat, penuh canda tawa.

Usai saling berbagi kisah, reuni pun ditutup acara do’a bersama, dengan menggelar tahlil untuk anggota yang telah terlebih dulu tutup usia.

Menurut tuan rumah reuni, Haji Muhammad Munir, acara ini baru berhasil digelar setelah 56 tahun terpisah.

“Alhamdulillah, ternyata kuat keinginan kami untuk kembali mempertemukan seluruh anggota. Tadi kami sepakat menggelar reuni rutin setahun dua kali,” pungkasnya.