Alaska: OTT di Kemenpora Kok Hanya Menangkap Selevel Deputi?

Nasional

NOTULA – Komisi antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), diingatkan agar tidak sibuk dengan tangkapan-tangkapan kelas teri saja saja, dan diminta lebih greget melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus-kasus korupsi kakap.

Demikian harapan Koordinator Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran (Alaska), Adri Zulpianto, terkait OTT KPK di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang menurutnya hanya mampu menangkap deputi dan staf Menpora maupun pejabat rendahan di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Harusnya, tegas dia, KPK serius melanjutkan penyelidikan dan penyidikan terhadap para pemegang kuasa atas anggaran dana hibah, yang diduga rentan melakukan praktik kotor yang sangat berpotensi besar merugikan keuangan negara.

Hasil investigasi KPK harusnya juga mampu menemukan pelaku utama di balik dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di sana.

“Kok KPK malah asyik sibuk dengan tangkapan-tangkapan kecil saja sih? Jangan malah jadi lebih doyan ikan teri dong. Tangkapi juga yang kakap-kakapnya,” tutur Adri dalam keterangannya, Minggu (30/12).

Adri memastikan, korupsi seperti itu tidak mungkin hanya dapat dilakukan selevel deputi di Kemenpora.

“Dugaan itu wajar, apabila melihat kembali laporan dari lembaga Center for Budget Analysis (CBA) yang dipetiskan Kejaksaan Negeri. Karena laporan kami terhadap dugaan tindak pidana korupsi tersebut tidak ditindaklanjuti,” katanya.

Sebab itu Adri mendesak agar KPK memberikan keterangan pengembangan proses penyelidikan dan penyidikan atas kasus OTT di Kemenpora itu. Sebab, penanganan kasus ini pun dinilainya semakin lama meredup. “Jangan sampai kasus ini hilang beriringan dengan waktu yang terus berjalan,” katanya.

Dia juga mengingatkan, jangan sampai mucul asumsi masyarakat yang menyatakan KPK lebih memilih ikan teri daripada ikan kakap yang telah dihidangkan di meja makan.

“Setidaknya, segeralah KPK membuka dan mentransparansikan apa hasil investigasi yang telah dilakukan di ruang Menpora itu,” ujarnya, seperti dikutip dari rmol.co.