NOTULA – Mantan sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, memastikan tidak akan mengambil langkah hukum terkait peretasan akun twitternya. Alasannya, dari semua kasus peretasan akun medsos yang melapor, tak satupun pelakunya ditindak.

Alasan Said Didu juga bukan tanpa sebab. Menurutnya, selama ini semua akun yang diretas dan melapor ke penegak hukum merupakan orang-orang yang dianggap dekat dengan pasangan Capres nomor urut 02, Prabowo-Sandi.

“Hampir semua yang diserang orang-orang yang dianggap tokoh-tokoh yang dekat dengan 02,” tutur Said, dalam konferensi pers di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (14/4).

Dia juga mengatakan, jika seseorang melapor menjadi korban peretasan, semua hal yang berkaitan dengan akun itu pun disita penegak hukum.

“Pada saat dilaporkan, seluruh identitas media sosial termasuk HP, email, diminta passwordnya oleh penegak hokum. Sehingga, kalau dilaporkan malah kita tidak bebas lagi bermain atau bersuara lewat media sosial,” imbuhnya.

Akun Medsos Said Didu yang diretas tak hanya twitter, Whatsapp dan facebook miliknya juga berhasil diretas pihak tak bertanggung jawab dan disalahgunakan. Akun itu diretas saat dia tengah menonton debat Pilpres 2019, Sabtu (13/4) malam.

“Saat nonton debat, akun twitter diambil alih karena mungkin mereka (pelaku hacking) tahu HP saya dijammed,” jelasnya.

Tidak lama setelah sadar akunnya tidak bisa diakses, tambah Said, sekitar pukul 23.00 WIB muncul cuitan pertama dengan menjelekkan pendakwah Ustaz Abdul Somad. Said mengaku sudah melakukan upaya pelacakan dan mengambil alih akunnya kembali. Hasilnya nihil.

“Tim bantu telusuri sampe pukul 5 pagi. Akun tidak bisa diambil alih lagi, sudah dikuasai orang lain,” sesalnya.