NOTULA – Para pengguna media sosial (medsos) aktif diminta segera mengecek kondisi psikologinya. Ternyata, pengguna medsos lebih dari dua jam dalam satu hari dikategorikan mengalami sakit kejiwaan, alias gangguan mental.

Demikian dikatakan praktisi media, Maman Suherman alias Kang Maman, dalam pembicara di sebuah talkshow yang diselenggarakan Galang Keadilan Ladies (GK Ladies) bersama Perempuan Karo dan Komunitas Perempuan di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut dia, para pengguna media sosial paling aktif di Indonesia kebanyakan berasal dari kalangan perempuan.

“Nah, di Indonesia, terutama kaum perempuan, ada yang melaporkan bisa sampai tiga jam lebih per hari main media sosial. Hati-hati, jangan sampai masuk kategori mengalami gangguan mental,” ujarnya.

Dia juga memaparkan, laporan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia menyebutkan, ada sekitar 35 kasus kekerasan per 24 jam. “Jadi ada sekitar 20 laporan pemerkosaan per dua jam,” ujarnya.

Sementara Ketua Penggerak PKK Pekalongan, Munafah Asip Kholbihi, dalam talkshow itu mengingatkan kaum perempuan agar bijak dan tidak terjebak informasi-informasi maupun publikasi melanggar hukum. Paling tidak, kata dia, perempuan Indonesia harus mengerti dua sisi penggunaan media sosial.

Dari sisi positif, medsos bisa bermanfaat banyak bagi kaum perempuan, terutama untuk memperoleh informasi positif, ilmu pengetahuan, pendidikan, kesehatan. Termasuk informasi mengenai bidang-bidang usaha atau bisnis.

Dari sisi negatif, kaum perempuan harus waspada terhadap penyebaran informasi hoax, pencemaran nama baik, isu SARA, pornografi dan berbagai wujud informasi buruk dan negatif lainnya.

“Semua itu ada hukumannya. Ada regulasi yang ketat. Ada undang-undang ITE, ada undang-undang anti SARA dan pidana lainnya. Maka, kaum perempuan harus bijak dan berhati-hati bermedia sosial. Sebelum menuliskan status di Facebook atau media sosial, hendaknya dipikirkan dan bijak,” tuturnya.