AJI Tantang Jokowi Cabut Remisi Pembunuh Wartawan Radar Bali

Nasional

NOTULA – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menentang kebijakan Presiden Joko Widodo memberikan remisi pada I Nyoman Susrama, terpidana kasus pembunuhan jurnalis Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Komunitas wartawan itu menggelar aksi penolakan remisi itu di depan Istana Negara, Jakarta pada Jumat (25/1). “Keputusan Presiden (Keppres) No 29 tahun 2018 harus dicabut,” tutur Ade Wahyudin, Direktur LBH Pers, dalam orasinya.

Keppres itu, lanjut Ade, justeru menunjukkan ketidakadilan yang ada di Indonesia.

Pembunuhan terhadap AA Narendra Prabangsa terjadi pada 11 Februari 2009 silam.

Kasus itu kembali menjadi perhatian setelah Presiden Jokowi memberikan remisi perubahan masa hukuman kepada Nyoman Susrama, otak pelaku pembunuhan berencana itu.

Susrama yang divonis penjara seumur hidup mendapat remisi hukuman menjadi 20 tahun penjara.

Seperti dikutip dari rmol.co, kasus Prabangsa merupakan satu dari sedikit kasus yang sudah diusut. Masih ada 8 kasus lainnya belum tersentuh hukum.

Delapan kasus itu, di antaranya: Fuad M Syarifuddin (Udin), wartawan Harian Bernas Yogya (1996), pembunuhan Herliyanto, wartawan lepas harian Radar Surabaya (2006), kematian Ardiansyah Matrais, wartawan Tabloid Jubi dan Merauke TV (2010), dan kasus pembunuhan Alfrets Mirulewan, wartawan Tabloid Mingguan Pelangi di Pulau Kisar, Maluku Barat Daya (2010).