Airlangga Hartarto: PSBB Jawa-Bali Bukan Melarang Masyarakat Berkegiatan

Nasional

NOTULA – Pemerintah pusat yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kabupaten/kota Pulau Jawa dan Bali bukan bersifat larangan.

Demikian dikemukakan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube BNPB Indonesia, Kamis (7/1/21).

“Jadi, ini (ketetapan PSBB Jawa-Bali) bukan pelarangan kegiatan masyarakat. Masyarakat jangan panik. Tentu tetap mencermati perkembangan Covid yang ada,” jelasnya.

Menurut Ketua Umum Partai Golkar itu, berdasarkan perkembangan data Covid-19 terkini, jumlah kasus aktif tercatat 112.593 orang, yang meninggal 23.296 atau 2,95 persen dari total kasus positif yang sebanyak 788.402.

“Yang sembuh 652.513, tingkat kesembuhannya adalah 82,76 persen. Salah satu yang kita lihat disini ada laju penambahan kasus per minggu, yang per Desember lalu itu 48.434, per Januari ini meningkat 51.986,” rincinya.

Dia juga mengajak melihat beberapa daerah yang masuk zonasi tinggi, sehingga (ketetapan PSBB Jawa-Bali) ini berbasis pada data-data. “Kemudian secara level kabupaten/kota ini juga sudah terinci,” tambahnya.

Selain dari parameter peningkatan kasus positif aktif, Airlangga, seperti dikutip dari RMOL.id, juga menyebutkan tiga indikator lain yang mengaharuskan pemerintah menetapkan PSBB di Jawa-Bali.

Di antaranya, tinkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) isolasi pasien positif Covid-19. Kemudian, tingkat kematian di daerah di atas rata-rata nasional yaitu 3 persen. Serta, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional yaitu 82 persen.

“Apa yang diatur (di ketetapan PSBB Jawa-Bali)? Bukan menghentikan seluruh kegiatan. Jadi kegiatan-kegiatan sektor esensial, baik itu bahan pangan, energi, ICP, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri pelayanan dasar, utilitas, seluruhya bisa berjalan,” tegas Airlangga.

“Dan ini diberlakukan tanggal 11 sampai 25 Januari. Dan instruksi dari menteri dalam negeri sudah diterbitkan, dan gubernur akan memberikan surat edaran. Yang sudah menerbitkan di Bali dan hari ini direncanakan Gubernur DKI Jakarta,” pungkasnya.