Agar Tak Muncul Spekulasi, Jokowi Harus Bicara soal Teror Panitia Diskusi UGM

Nasional

NOTULA – Pemerintahan Jokowi diminta merespons serius soal teror pada panitia dan narasumber diskusi mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pekan lalu.

Menurut pakar hukum Universtas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad, teror terhadap forum ilmiah merupakan tindakan tak beradab dan bertentangan dengan kebebasan mimbar akademik. Apalagi saat ini Mendikbud Nadiem Makarim kerap menyuarakan kampus merdeka.

“Diskusi merupakan forum ilmiah dan wahana transaksi gagasan, bagi yang tak setuju atas suatu topik yang dibahas, hendaknya hadir dan menjajakan idenya, bukan melakukan teror atau intimidasi. Sesensitif apapun topiknya yang dibahas,” tegas Suparji, seperti dikutip dari rmol.id, Rabu (3/6/20).

Menurutnya, setiap orang mengapresiasi forum ilmiah kampus dengan mengapresiasi dari setiap agregasi pemikiran di lingkungan kampus. Sebab itu Jokowi harus segera meminta anak buahnya mengusut tuntas aktor intelektual yang melakukan intimidasi.

“Supaya tidak menimbulkan opini negatif kepada pihak yang dicurigai melakukan perbuatan itu, maka segera ungkap siapa pelaku dan aktor intelektualnya,” tegas anggota KAHMI itu.

Jika pemerintahan Jokowi tidak merespons serius, persepsi publik akan semakin kuat bahwa yang melakukan intimidasi adalah orang-orang yang menjadi bagian dari pendukung rezim pemerintah.

“Supaya tidak muncul spekulasi, aparat keamanan perlu segera mengungkap dan pihak yang diteror perlu segera membuat laporan,” pungkasnya.