Agar PPKM Tahap II Efektif, Polri Keluarkan Telegram

Nasional

NOTULA – Kabaharkam Polri, Komjen Agus Andrianto, yang juga Kaopspus Aman Nusa II Penanganan Covid-19, menandatangani Telegram Kapolri sebagai tindak lanjut evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali tahap II yang dinilai kurang maksimal.

“Pelaksanaan PPKM tahap II memasuki minggu terakhir, tapi belum efektif menekan laju penularan Covid-19 akibat PPKM yang tidak optimal menekan mobilitas masyarakat. Di samping itu, kebutuhan ketersediaan ruang isolasi dan ICU yang semakin tinggi, karena banyaknya pasien Covid-19,” kata Agus, dalam keteranganya, Selasa (2/2/21).

Karena itu, Telegram yang ditandatangani atas nama Kapolri dengan nomor ST/183/II/Ops.2./2021 itu menginstruksikan para Kasatgas dan kasubsatgas Opspus Aman Nusa II-2021 serta para Kaopsda Kasatgas Opsda Aman Nusa II-2021 untuk melakukan sejumlah langkah.

Perintah yang ada pada Telegram itu adalah:

1. Melakukan analisa dan evaluasi (Anev) penanganan pandemi Covid-19 bersama Forkompinda, khususnya terkait efektivitas pelaksanaan PPKM yang telah dilakukan dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat, serta mendukung pemulihan ekonomi nasional.

2. Komunikasi, kerja sama, dan kolaborasi dengan Pemda, TNI, rumah sakit, dan stakeholder lain, untuk menambah kapasitas ruang perawatan dan isolasi pasien Covid-19 serta memprioritaskan perawatan di rumah sakit khusus pasien yang menunjukkan gejala berat/kritis. Bagi pasien gejala ringan bisa melaksanakan isolasi mandiri dengan pengawasan dari Dinas Kesehatan, pihak rumah sakit, atau Puskesmas setempat.

3. Melakukan edukasi dan sosialisasi masif, agar masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan (Prokes) terutama 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilisasi) serta mendukung pelaksanaan vaksinasi dengan melibatkan tokoh masyarakat, agama, pemuda, artis/influencer, dan lain-lain, agar masyarakat tidak takut, serta mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

4. Melakukan pembinaan untuk membangun Kampung Tangguh Nusantara di wilayah masing-masing, sehingga dapat berkontribusi nyata dalam rangka mencegah penyebaran dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.

5. Meningkatkan kerja sama dengan Pemda (Satpol PP), TNI, dan stakeholder lainnya khususnya dalam pelaksanaan Operasi Yustisi Penerapan Protokol Kesehatan secara tegas dan terukur serta tepat sasaran.

6. Pelajari, pedomani, dan implementasikan di lapangan semua Surat Telegram Kapolri terkait penanganan Covid-19 dan penerapannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta kearifan lokal di wilayah masing-masing.