Advokat JK Tritjahjana Soroti Praktik Rentenir Berkedok Koperasi

Ekbis, Nasional

NOTULA – Koperasi didirikan untuk tujuan kesejahteraan anggota. Tapi apa yang terjadi, saat ini istilah koperasi digunakan sebagian oknum hanya sebagai kedok. Sedang praktik yang dijalankan tak ubahnya seperti rentenir. Kondisi itu menjadi sorotan praktisi hukum JK Tritjahjana SE SH MH.

Lewat akun youtube JK Tritjahjana Channel, dia menggunggah kegelisahannya lewat paparan bertajuk ‘Lemah jadi Celah Melahirkan Rentenir Bertopeng Koperasi’. Sejak diposting pada 22 Oktober lalu, ratusan viewer sudah menyimaknya.

Terkait pandemi Covid-19, bila didirikan sesuai cita-cita luhurnya, seharusnya koperasi mampu menjadi garda terakhir ketahanan ekonomi anggotanya secara khusus, dan masyarakat serta bangsa Indonesia secara umum.

Tapi apa yang terjadi, karena praktika yang dijalankan tidak sesuai cita-cita luhur pendirian koperasi, bahkan yang ada justru praktik rentenerisme yang menjerat anggota dan masyarakatnya, akhirnya harapan awal pendirian koperasi tak tercapai.

Berbagai problem justru mengemuka, mulai tidak tercapainya kesejahteraan anggota, hingga berbagai problem ikutan lainnya, termasuk drama kepailitan dan sebagainya.

Untuk mengetahui lebih jauh terkait itu, ikuti kupasan lengkapnya di akun Youtube JK Tritjahjana Channel atau langsung klik https://www.youtube.com/watch?v=rwAeDRnDx6g