Adhie Massardi: Tegakkan Kembali Independensi Kampus, Jangan Obral Gelar

Nasional

NOTULA – Independensi kampus di Indonesia sudah saatnya kembali ditegakkan. Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi, merasa resah, keberadaan kampus seakan berubah jadi tempat mengobral gelar bagi pejabat dan politisi.

Menurut dia, independensi kampus penting dikembalikan, untuk menjaga marwah sekolah tinggi sebagai tempat bebas dari intervensi.

“Independensi kampus harus segera dikembalikan, agar kerusakan pola berpikir (kebebasan) akademis tak berlanjut. (Kampus) sudah dijadikan sarang buzzeRp, eh tambah ngobral gelar bagi pejabat (penguasa politik),” kata Adhie Massardi di akun Twitternya, Senin (15/2).

Dalam tulisannya, mantan jurubicara Presiden Gus Dur itu menyertakan laporan Majalah Tempo terkait ‘Obral Doctor Honoris Causa’.

Disebutkan, sudah tak terhitung para politisi tanah air mendapat gelar doktor honoris causa atau gelar kehormatan yang diberikan universitas atau perguruan tinggi kepada seseorang yang dianggap berjasa dan atau berkarya luar biasa bagi ilmu pengetahuan dan umat manusia.

“Biarkan rektor dipilih dalam forum internal, dan hidupkan lagi dewan mahasiswa!” tegas Adhie Massardi, seperti dikutip dari RMOL.id.

Belakangan disorot adalah pemberian gelar kepada mantan Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. Kamis lalu (11/2/21), Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengukuhkan Nurdin Halid sebagai doktor kehormatan di bidang industri olahraga.

Pemberian gelar itu memantik protes, termasuk dari mahasiswa Unnes yang menggelar demo di depan rektorat kampusnya, Kamis lalu (11/2).

Para mahasiswa itu memprotes pemberian gelar doktor honoris causa kepada Nurdin Halid, karena sosoknya yang dianggap kontroversial lantaran berstatus eks narapidana kasus korupsi.