Ada Potensi Pembangkangan di Balik Investasi Miras

Nasional

NOTULA – Diduga ada penumpang gelap pada terbitnya investasi usaha aturan investasi minuman keras di dalam Perpres 10/2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Keyakinan itu disampaikan Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia’s Democratic Policy, Satyo Purwanto.

Menurutnya, penumpang gelap itu berusaha menyisipkan izin usaha terkait investasi minuman keras (Miras), setelah wacana RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol (Minol) tengah bergulir di DPR untuk disahkan menjadi UU.

“Dan yang seperti ini harus diusut, sebab potensi terjadi pembangkangan terhadap kekuasan presiden dan konstitusi. Jaksa Agung harus periksa kepala BKPM,” tandas Satyo Purwanto, seperti dikutip dari RMOL.id, Rabu (3/3/21).

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM), Bahlil Lahadalia, sebelumnya mengungkapkan proses panjang dalam pembuatan aturan mengenai pembukaan investasi industri minuman keras (Miras) ini.

Menurut Bahlil, dalam Perpres 10/2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, sempat dinyatakan investasi pada industri minuman alkohol dibuka bagi investor dalam negeri dan asing, tertuang dalam lampiran III poin 31, 32, dan 33 pada beleid tersebut.

Bahlil juga mengungkapkan, aturan itu disusun atas dasar masukan dari pemerintah daerah dan masyarakat di sejumlah wilayah yang memang akrab dengan minuman beralkohol.

Sebab, beberapa wilayah Indonesia memang memiliki Miras sebagai kearifan lokal.