NOTULA – Kini, siapa saja, apapun profesi dan latar belakangnya, bila mengetahui ada intimidasi dan kecurangan terkait Pemilu 2019, bisa segera melapor ke jagapemilu.com.

Platform itu muncul, dilatarbelakangi testimoni Kapolsek Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, AKP Sulman Aziz, yang mengaku diarahkan untuk menggalang dukungan ke salah satu Paslon Capres tertentu oleh atasan. Belakangan pernyataan itu sudah diralat.

“Nah, melalui jagapemilu.com, aparat dan pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) bisa melaporkan bila ada indikasi kecurangan dan intimidasi di institusi masing-masing,” kata inisiator Jagapemilu.com, Abdul Malik Raharusun, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/4).

Cara pengaduan di Jagapemilu.com terbilang mudah. Pengguna aplikasi tinggal membuka browser di layer computer atau handphone, ketik jagapemilu.com, selanjutnya tinggal mengisi form, memberitahu asal instansi, bentuk kecurangan, dan menyertai bukti-bukti berupa dokumen atau foto.

“Platform ini tidak mensyaratkan identitas untuk melaporkan. Karenanya tidak perlu ada kekhawatiran tentang itu,” tambahnya.

Namun, pihaknya membuka opsi jika pelapor berkenan untuk memberikan nomor atau alamat email untuk kami hubungi, agar informasi dapat diverifikasi kebenarannya.

Pembuatan platform ini, kata Abdul Malik, tidak membutuhkan biaya yang fantastis. Ini sebatas platform biasa yang dikerjakan beberapa anak muda yang bersumber dari kocek pribadi para inisiator.

“Selanjutnya laporan kecurangan aparat atau PNS akan kami teruskan ke Bawaslu,” kata dia, sembari memastikan bahwa situs yang dibuatnya tidak terafiliasi kelompok politik tertentu.

Ia juga menegaskan, tidak satupun dari inisiator jagapemilu.com yang menjadi anggota partai politik atau menjadi tim sukses dari peserta pemilu, baik Pileg maupun Pilpres.