Abu Bakar Baasyir Tetap Jalani Program Deradikalisasi dari BNPT

Nasional

NOTULA – Pasca bebasnya Abu Bakar Baasyir, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan menjalankan program deradikalisasi yang memang diberikan kepada tersangka, terdakwa, terpidana, narapidana, mantan narapidana, dan orang atau kelompok yang sudah terpapar paham radikal terorisme.

Demikian dijelaskan Direktur Penegakan Hukum BNPT, Brigjen Pol Eddy Hartono , kepada wartawan. “BNPT sesuai amanat UU 5/2018 dan Peraturan Pemerintah 77/2019 akan melaksanakan program deradikalisasi,” ujarnya, kemarin.

Menurutnya, BNPT juga telah menjalin komunikasi dengan Abu Bakar Baasyir, pihak keluarga dan stakeholder terkait, seperti lembaga pemasyarakatan, kemudian pihak Polri, dan Kementerian Agama.

Masih menurut Eddy, progam itu akan memberi wawasan kebangsaan, wawasan keagamaan, hingga wawasan kewirausahaan kepada Abu Bakar Baasyir. Selanjutnya, diharapkan Abu Bakar Baasyir bisa memberi dakwah yang damai dan menyejukkan. usai keluar dari lapas.

Sementara itu Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti, menjelaskan, Abu Bakar Baasyir telah bebas dari Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur pada hari ini, Jumat (8/1) pukul 05.30 WIB.

Abu Bakar Baasyir merupakan narapidana tindak pidana terorisme atau melanggar Pasal 15 jo. 7 UU 15/2003; dengan putusan pidana 15 tahun.

Dia dibebaskan setelah melewati proses administrasi dan protokol kesehatan pencegahan dan penanggulangan Covid-19, ABB telah dirapid test antigen dan hasilnya negatif.

Abu Bakar Baasyir juga sudah diserahterimakan dengan pihak keluarga dan tim pengacara yang datang menjemput, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang di antaranya adalah membawa surat hasil Tes Swab Covid-19 negatif.

“Perjalanan ABB menuju kediaman di Sukoharjo, selain didampingi keluarga dan tim pengacara, juga dilakukan pengawalan oleh Densus 88 dan BNPT,” pungkas Rika, seperti dikutp dari RMOL.id.