71,8 Persen Warga Masyarakat Percaya Ada Mafia Minyak Goreng

Nasional

NOTULA – Mafia di balik tingginya harga minyak goreng di Indonesia diyakini benar-benar ada. Keyakinan itu tergambar dari hasil survei Indikator Politik pada 14-19 April 2022.

Hasil survei, sebanyak 71,8 persen warga percaya ada mafia minyak goreng di balik kelangkaan dan kenaikan harganya.

Sebanyak 14,9 persen warga sangat percaya ada mafia minyak goreng. Kemudian 7,3 persen kurang percaya ada mafia minyak goreng, dan 1,7 tidak percaya sama sekali.

Meski mayoritas warga yang disurvei menilai ada keterlibatan mafia minyak goreng, mereka juga percaya pemerintah mampu mengatasinya.

“Sekitar 60,9 persen percaya pemerintah mampu mengungkap mafia minyak goreng, 4,3 persen sangat percaya,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam rilisnya, Selasa (26/4/22).

Sementara itu, masyarakat yang kurang percaya kemampuan pemerintah mengungkap mafia minyak goreng ada 24,9 persen, dan 5,1 persen tidak percaya sama sekali.

“Jadi, mayoritas warga percaya ada mafia minyak goreng, dan mayoritas warga percaya pemerintah mampu mengungkapnya,” pungkas Burhanuddin.

Survei menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 1.220 orang. Asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.