NOTULA – Romahurmuziy (RMY) alias Romi, tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) kembali dibantarkan di Rumah Sakit Polri pada Senin (13/5) malam.

Kepastian itu disampaikan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (14/5).

“RMY tadi malam dibawa ke RS Polri, karena menurut dokter perlu rawat inap, maka dilakukan pembantaran,” kata Febri.

Sebelumnya Romi telah mengajukan gugatan praperadilan ke PN Jakarta Selatan terkait proses hukum yang sedang dijalaninya. Namun gugatan itu ditolak PN Jaksel.

Menyikapi itu, Kuasa Hukum Romi, Maqdir Ismail, mengaku telah mencabut gugatan praperadilan kliennya yaitu Romi. Ismail berdalih, kliennya harus di rawat di RS Polri.

“Iya (praperadilan dicabut). Salah satu di antaranya karena kondisi kesehatan. Belum selesai masalah ginjalnya. Itu yang juga menjadi masalah buat dia (Romi),” kata Ismail saat dihubungi, seperti dikutip dari rmol.co.

Alasan Romi mengajukan praperadilan itu, salah satunya karena tidak ada kerugian negara dan penyadapan saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dinilainya bermasalah.

Meski begitu KPK yakin praperadilan Romi ditolak oleh hakim PN Jaksel karena dinilai tidak rasional.