NOTULA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Paslon no urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno, tidak pernah membahas opsi pemilihan umum presiden ulang, terkait maraknya dugaan kecurangan yang terungkap. Hal itu disampaikan Jurubicara BPN, Ferdinand Hutahaean, di akun Twitter pribadinya, Selasa (23/4).

“Kami tidak pernah membahas opsi Pemilu Ulang. Tidak pernah ada gagasan itu di BPN. Kita semua sedang berjuang meluruskan perjuangan yang mengumpulkan C1, sebagai bukti bahwa memang Prabowo-Sandi menang Pilpres,” tulis Ferdinand.

Pada bagian lain, Ferdinand menyambut positif usulan pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) kecurangan Pemilu. Bahkan pihaknya siap membentuk TPF, jika usulan itu tak diindahkan pemerintah.

“Kalaupun pemerintah tidak mau membentuk, 02 (siap) membentuk, karena ini bagus sebagai upaya membuka kedok-kedok kecurangan yang mungkin sangat besar,” kata Ferdinand, seperti dikutip dari rmol.co, Selasa (23/4).

Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat ini menjelaskan, TPF penting, guna membentengi fakta-fakta kecurangan yang banyak ditemui masyarakat, khususnya soal hasil rekapitulasi Pilpres.

“Dengan begitu, nantinya temuan ini berkekuatan hukum. TPF inilah yang akan merekomendasikan apakah kecurangan yang terjadi masuk kategori terstruktur, masif, dan sistemik,” imbuhnya.

Sesungguhnya, sambung dia, TPF sudah diwacanakan bakal dibentuk internal BPN, jauh sebelum usulan itu mencuat ke publik. Bahkan juga sudah disampaikan langsung kepada Capres Prabowo Subianto.

“Usul ini sudah disampaikan sebelumnya, baik BPN, maupun ke Capres kita, untuk membentuk tim pencari fakta. TPF ini kita dukung, sangat bagus sesuai dengan aturan dan harus didukung,” tandasnya.