NOTULA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggali keterangan dari Wakil Walikota (kini Walikota) Malang, Sutiaji, sebagai saksi untuk Sekda Kota Malang periode 2014-2016, Cipto Wiyono alias CWI, terkait dugaan aliran dana pada pembahasan APBD Perubahan Pemkot Malang TA 2015.

“KPK tentu mendalami apa yang diketahui terkait proses pembahasan APBD Malang tahun 2015 yang menjadi pokok perkara. Diduga aliran dana atau bahkan permintaan dari sejumlah anggota DPRD Malang itu terjadi,” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, kepada wartawan, di Gedung KPK, Kuningan Jakarta, Senin (22/4).

Dalam kasus korupsi massal terkait pembahasan APBD Perubahan Pemerintah Kota Malang TA 2015 ini, KPK telah menetapkan sedikitnya 41 tersangka, di antaranya mantan Ketua DPRD Kota Malang, Moch Arief Wicaksono dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang, Jarot Edy Sulistyono.

Sutiaji diperiksa penyidik KPK untuk tersangka Cipto Wiyono alias (CWI) selaku Sekretaris Daerah Kota Malang. “Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka CWI,” katanya lagi, seperti dikutip dari rmol.co.

Seperti diketahui, Arief Wicaksono diduga menerima suap Rp 700 juta dari Jarot Edy Sulistyono untuk pembahasan APBD Perubahan Kota Malang itu.

Beberapa waktu lalu, KPK juga menetapkan tersangka baru, Cipto Wiyono alias (CWI), selaku Sekretaris Daerah Kota Malang.

Cipto yang menjabat sebagai Sekda periode 2014-2016 bersama-sama mantan Walikota Kota Malang, Moch Anton, dan Kepala Dinas PUPR Kota Malang, Jarot Edy Sulistyono, memberikan janji berupa hadiah terkait pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kota Malang melalui Ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono dan kawan-kawannya.

Atas perbuatan yang dilakukannya, Cipto Wiyono disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.