34 Ketua DPC di-PLT sebelum KLB, AHY: Moeldoko Sakiti Hati Jutaan Kader Demokrat

Nasional

NOTULA – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tegas mengatakan, secara pribadi tak ada masalah dengan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko. Namun dia kecewa, lantaran seniornya itu terlibat gerakan pengambilalihan Partai Demokrat secara paksa.

“Saya pribadi tidak ada masalah dengan beliau. Tapi jujur, yang membuat saya kecewa, suka atau tidak suka, beliau terlibat dalam gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat,” jelas AHY, saat jumpa pers di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (8/3/21).

Dia juga menyatakan, dirinya tetap membuka pintu maaf bila mantan Panglima TNI itu menyadari kesalahan dengan mencoba merusak partai Demokrat.

“Sebagai manusia biasa, kita semua ada kurang dan salah. Untuk itu, bila beliau menyadari kekeliruannya, saya pribadi tentu memaafkan,” tutur putera sulung Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Lebih lanjut dikatakan, sebagai mantan prajurit, Moeldoko pernah menjadi panglima TNI. Untuk itu AHY secara kesatria akan tetap menaruh hormat. “Itulah tradisi keprajuritan yang kami junjung di militer. Ones soldier always soldier,” tegasnya.

Dia pun memohon kebesaran hati Moeldoko untuk menyadari bahwa apa yang telah dilakukan pada partai berlambang Mercy itu telah menyakiti hati seluruh kader.

“Kami memohon kebesaran hati untuk menyadari apa yang telah terjadi, telah menyakiti ribuan, bahkan jutaan kader dan simpatisan Partai Demokrat,” pungkas AHY.

34 Ketua DPC di-PLT

Sementara itu, sedikitnya 34 mantan Ketua DPC Partai Demokrat (PD) dikabarkan membelot ke kubu Moeldoko. Namun mereka sudah diganti sebelum KLB.

Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) PD, Herman Khaeron, menyampaikan, DPP (Dewan Pimpinan Pusat) telah mendeteksi dini sebelum dilakukan KLB Partai Demokrat secara ilegal di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Kami punya deteksi dini, kami juga mendapat informasi, tiket misalnya. Kemudian yang terdaftar untuk kamar. Itu jauh hari sebelum (KLB) nya,” tutur Herman, seperti dikutp dari RMOL.id, Senin (8/3/21).

Akibatnya, 34 ketua DPC itu dipecat, dan sudah ditunjuk PLT untuk menggantikan mereka. “Sehingga, sebelum ke sana (Sibolangit) kita sudah tunjuk PLT. Jadi, kalau dihitung suara resmi, ya tidak ada suara resmi. Mereka sudah di-PLT sebagai ketua DPC,” tegasnya.

Dia mengaku tak begitu hapal dengan nama-nama ketua DPC yang di-PLT-kan. Yang pasti ada beberapa daerah yang telah dicabut haknya sebagai ketua DPC.

“Saya nggak hapal satu-satu ya. Ada dari Sulawesi, Kalimantan, Jawa. Jawa Barat enggak ada, Jawa Tengah ada satu, Jawa Timur ada satu, intinya tidak signifikan. Cuman berapa persen saja. Sebelum tanggal 4 (Maret) sudah kami PLT-kan,” tandasnya.