30 Des 2020 sampai 1 Jan 2021, Semua Destinasi Wisata di Kabupaten Malang Tutup

Malang Raya, Wisata

NOTULA – Meski libur Panjang Natal dan Tahun Baru, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbu) Kabupaten Malang, memutuskan menutup semua destinasi wisata, mulai 30 Desember 2020 hingga 1 Januari 2001, demi meminimalisir makin merebaknya Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Dr Made Arya Wedanthara SH MSi, menerbitkan surat pemberitahuan yang ditujukan kepada semua pengelola Daya Tarik Wisata di wilayahnya.

Pada surat yang ditandatangi hari ini, Selasa (22/12/20), Made memaparkan 10 poin pentiing yang wajib ditaati semua pengelola Daya Tarik Wisata, di antaranya:

  1.  Seluruh Daya Tarik Wisata yang ada di Kabupaten Malang ditutup mulai 30 Desember 2020 hingga 1 Januari 2021.
  2.  Pengelola Daya Tarik Wisata dilarang membuat even atau pesta kembang api pada perayaan Natal dan Tahun Baru.
  3.  Mengimplementasikan tatanan normal baru dengan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, memakai masker, menghindari kerumunan, dan menjaga jarak.
  4.  Pengelola Daya Tarik Wisata wajib menyiapkan masker bagi pengunjung yang tidak mengenakan masker (biaya masker dibebankan pada pengunjung).
  5.  Penerapan pembatasan kapasitas kunjungan wisatawan pada Daya Tarik Wisata sebesar 50% dari daya tamping pada papan tulisan (baliho, spanduk, dan media lain yang gampang terbaca
    pengunjung).
  6.  Memasang papan peringatan yang mudah dibaca di Kawasan tempat wisata serta tempat-tempat berbahaya.
  7.  Apabila membuka Daya Tarik Wisata 24 jam, pengelola harus menugaskan petugas keamanan selama 24 jam.
  8.  Pengelola Daya Tarik Wisata membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) Penanggulangan Kecelakaan sesuai kondisi Daya Tarik Wisata yang dikelola.
  9.  Harga tiket masuk harus terpampang dengan jelas.
  10.  Apabila terdapat gejala-gejala yang mengarah adanya Covid-19, agar segera koordinasi dengan Satgas Covid-19 terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

“Saya berharap libur Natal dan Tahun Baru kali ini tidak ada penambahan jumlah yang terinveksi virus Covid-19,” pungkas Made, sapaan akrabnya.

Surat itu ditembuskan kepada Bupati Malang, Sekda Kabupaten Malang, dan jajaran terkait.